Artikel

Pantun Kita Menggapai Asa Perjuangan Palestina

Penulis : Suradi, SE, MM, CPS

Sinopsis.

Pantun kita menggapai asa perjuangan Palestina menginspirasi, menambah motivasi dan memperkuat empati untuk saling mengingatkan berjuang di jalan kebenaran dan di jalan kebaikan. Diawali dengan menebarkan salam dan rasa syukur kepada Allah  serta bersholawat kepada Rasulullah  menjadi prolog membuka pintu langit untuk perjuangan Palestina.

Beruntai kata bijak dan semangat yang dirangkai dalam pantun yang merupakan warisan budaya tidak benda yang diakui dunia (UNESCO) dari Indonesia menjadi catatan bagian sejarah panjang perjuangan rakyat Palestina yang penuh dengan dinamika dan pengorbanan.

Akhirnya dipersembahkan sederetan pantun dukungan, rasa empati dan doa untuk perjuangan Palestina dengan segala keterbatasan hamba ini namun dengan ketulusan hati berharap dan bermunajat ke hadirat Allah semoga Allah mengijabah doa-doa kita. Aamiin.

PROLOG

Tebarkan salam.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Belanja sayur bayam dan ikan belidak,

Tempatnya di pasar pagi.

Menjawab salamnya masih belum kompak,

Salamnya kita ulangi sekali lagi,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Makan soto ayam buahya salak,

Bersama teman di kota Jatiasih.

Jawabnya salam sudah kompak,

Kami ucapkan banyak terimakasih.

Rasa syukur.

Bila tuan ke pasar Cibubur,

Jangan lupa belanja buah markisa.

Mari kita senantiasa bersyukur,

Kepada Allah yang Maha Kuasa.

Bersholawat.

Hidup waktunya hanya sesaat

Hidup kita jangan sampai tersesat

Mari kita bersholawat

Di dunia dan akherat mendapat safaat.

Tetap dan terus berusaha.

Jalan-jalan ke Jakarta.

Jangan lupa singgah di stasiun kota.

Teruslah berusaha kita,

Panjatkan doa untuk pejuang Pelestina

Palestina yang disayang.

Kerlap kerlip bintang bertaburan,

Hanya satu yang terlihat terang

Meski kita banyak acara yang menjadi pilihan,

Membaca pantun Palestina yang paling disayang.

CONTENT

Bersatu berpadu.

Ingin lihat stasiun Tugu,

Datanglah ke Yogyakarta

Tetap semangat bersatu padu,

Berjuang untuk rakyat Palestina

Saksi sejarah para Nabi.

Ingin lihat jam gadang,

datanglah ke Bukit tinggi.

Mari kita terus berjuang,

Palestina saksi sejarah para Nabi

Bergandeng tangan.

Ingin lihat tugu Pahlawan,

Datanglah ke Surabaya.

Tetap semangat  bergandeng tangan,

Untuk perjuangan rakyat Palestina.

Berpadu membantu.

Kecil-kecil buah duku,

Kalau besar buah labu.

Mari kita bersatu padu,

Tetap tegar saling membantu.

Empati untuk Palestina.

Sungguh indah bunga melati,

Tumbuh di taman sungguh mempesona.

Mari kita saling berempati,

Untuk perjuangan rakyat Palestina.

Perjuangan dan doa.

Indah nian baju kebaya,

Dipake orang sungguh mempesona.

Mari kita dukung perjuangan Palestina,

Turut berjuang minimal  dengan  doa

Berjuang berukhuwah.

Ada pesta ada hadiah,

Hadiah dibuka isinya berlian.

Dengan berukhuwah yang sulit jadi mudah,

Yang berat terasa ringan.

Kolaborasi.

Bila ada jarum yang patah,

Jangan dimasukkan ke dalam peti.

Perjuangan Palestina sungguh menggugah,

Bagi kita untuk saling berkolaborasi.

Semangat kebersamaan.

Anak ayam turun sepuluh,

Mati satu tinggal sembilan.

Mari kita berjuang secara utuh,

Dengan semangat kebersamaan.

EPILOG

Palestina merdeka.

Layang-layang terbang melayang,

Tampak mempesona orang melihatnya.

Mari kita tetap dan terus berjuang,

Palestina merdeka tujuan mulia.

Berencana dan berusaha.

Ingin lihat taman kota yang mempesona,

Datanglah  ke Tangerang Selatan.

Manusia wajib berencana dan berusaha,

Allah yang Maha Menentukan.

Prestasi dan tantangan.

Pake mobil kecil pergi wisata,

Bawa makanan kecil jangan lupa,

Kalau kita berhasil prestasi bersama,

Kalau ada yang belum berhasil tantangan kita

Maaf lahir dan batin.

Ada pesta ada hadiah,

Hadiah dibuka isinya cincin.

Bila ada tutur kata dan tulis kami yang salah,

Mohon maaf lahir dan batin.

Ungkapan terimakasih.

Hati ini sungguh kesepian,

Bila tak ada kekasih.

Atas segala perhatian,

Kami ucapkan terimakasih

Berbalas pantun lagi.

Bila ada sumur di sawah dan di ladang,

Bolehlah kita menumpang mandi.

Semoga kita dikaruniai umur berkah dan panjang,

Sehingga bisa berbalas pantun lagi.

Source : eBook link https://bit.ly/puisidancurhatuntukpalestina

Related posts

YANG AKAN DIMENANGKAN ADALAH MU’MININ, BUKAN MUSLIMIN

Icmitangsel

Demokrasi Semu

Icmitangsel

Membangun Jembatan Kesejahteraan: Sistem Ekonomi Langit untuk Indonesia yang Lebih Adil

icmi tangsel

Leave a Comment