TANGERANG SELATAN – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Daerah (ICMI ORDA) Tangerang Selatan sukses menyelenggarakan program Kultum Dhuhur Ramadhan 1447 H di Masjid ICB. Kegiatan yang berlangsung setiap hari (kecuali Jumat) dari 19 Februari hingga 19 Maret 2026 ini mengusung misi strategis untuk menyelaraskan Iman dan Takwa (IMTAQ) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Program ini dirancang untuk menghadirkan ceramah singkat berdurasi 7 hingga 10 menit setelah sholat Dhuhur, yang disampaikan oleh beragam cendekiawan, akademisi, dan ulama. Tujuannya adalah memperkaya pemahaman jamaah mengenai esensi Ramadhan, tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai momentum pencerahan intelektual dan spiritual.
Ketua ICMI ORDA Tangsel Bapak Drs. H Benyamin Davnie beharap melalui kegiatan ini kontribusi keilmuan yang lebih nyata dari para Cendekiawan muslim di Tangsel, beliau menekankan pentingnya peran ‘ahli pikir’ dan ‘ahli zikir’ dalam membentuk karakter Muslim yang kaffah. “Ramadhan adalah madrasah spiritual di mana kita diajak untuk tidak hanya menguatkan ibadah, tetapi juga menajamkan akal, termasuk dengan Ilmu Pengetahuan Terapan yang dimiiki oleh para Cendekiawan dan Pakar. Melalui kultum yang sangat singkat ini, kami berharap jamaah dapat merenungkan penciptaan, tujuan hidup, serta mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam konteks kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Tahun ini untuk pertama kalinya kegiatan Kultum Dhuhur Ramadhan dilaksanakan di Majid Islamic Centre Baiturrahmi (ICB) yang digagas oleh ICMI TANGSEL dengan tujuan meningkatkan perpaduan antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta Iman dan Taqwa (IMTAQ).
Materi kultum sepanjang Ramadhan berfokus pada beberapa poin kunci:
Tujuan Puasa dan Ketakwaan: Mengajak jamaah untuk mendalami makna puasa sebagai jalan menuju ketakwaan, serta memanfaatkan momen Ramadhan untuk memohon ampunan, khususnya melalui doa Lailatul Qadar dan taubat saat sahur.

Pembentukan Karakter Ashabul Yamin: Mendorong umat Muslim untuk menjadi pribadi yang responsif, aktif dalam menyerukan kebaikan (amar makruf nahi mungkar), dan senantiasa berinvestasi dalam amal sholeh guna meraih ridha Allah SWT dan mewarisi surga.

Makna Idul Fitri: Memaknai Idul Fitri sebagai hari kembali pada kesucian, kemenangan, dan kebahagiaan. Perayaan ini diisi dengan takbir, sholat Ied, penunaian zakat fitrah untuk memastikan kesetaraan pangan, kebersamaan keluarga, dan saling mendoakan.

Sementara itu, Ketua Pengelola Islamic Centre, H. Dadang Raharja, M.Si mengatakan bahwa kegiatan Kultum Dhuhur Ramadhan ini merupakan salah satu upaya Islamic Centre Tangsel untuk meningkatkan kualitas keimanan dan pengetahuan Masyarakat selama bulan Ramadhan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar umat Islam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perpaduan IPTEK dan IMTAQ,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ajaran Islam yang benar dan seimbang. “Kami ingin masyarakat dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas keimanan dan pengetahuan mereka,” ujarnya.
Para jamaah sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. ICMI ORDA TANGSEL berharap kegiatan Kultum Dhuhur Ramadhan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Islamic Center Baiturrahmi ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari para jamaah. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun di bulan Ramadhan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan inspiratif, semoga dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” ujar salah satu jamaah.
by : Sapta Aqila Adnanta
